Tag: Downsizing

Merasa mengecil setelah menonton Downsizing

Film baru Alexander Pyne bersama Matt Damon “Downsizing”

Paramount kembali memproduksi  film, Downsizing merupakan drama comedy satir yang bertema sains fiksi. Mengangkat isu kempunahan manusia di Bumi, sebuah film existensial crisis.

Paul Safranek (Matt Damon) seorang terapis yang sedang mencari perubahan dalam hidupnya. Bersama istrinya Audrey Safranek, tertarik untuk mengikuti sebuah gerakan dan progam pengecilan tubuh. Sebuah temuan baru dalam dunia sains.  Tekanan dalam hidup Paul pun seperti menemukan sebuah titik solusi untuk keluar dari zona kebosanan dan pencarian kebahagian yang sesungguhnya.

Pada babak pertama film, penonton digiring menuju  ketakjuban sebuah penemuan yang memberikan efek domino bagi dunia. Sebuah ide gila dan temuan ilmuan Dr. Jorgen Asbjorsen yang dirasa dijadikan solusi akan ketakutan manusia dalam menghadapi kepunahan yang merupakan kesalahan manusia itu sendiri. Cara manusia dapat melarikan diri dari seleksi semesta pada Bumi.

Kampanye masif akan membuat kita tertarik akan proyek tersebut. Beberapa public figur dipamerkan atas kesuksesan capaian penemuan ini. Seperti apa menjadi kecil, bagaimana kehidupan ketika kita menjadi kecil dan keuntungan yang didapatkan dengan mudah ketika manusia mengikuti progam downsizing ini. Akan tetapi proyek ini bukan saja proyek jangka panjang, ketika manusia mengikuti proyek Downsizing, mereka harus merelakan untuk berkomitmen hidup selamanya dengan ukuran tubuh mini dengan kehidupan yang jauh berbeda dengan sebelumnya.

Alexander Pyane penulis sekaligus sutradara memberikan kita scene detil dalam proses pengecilan tubuh dan kehidupan apa saja yang berubah ketika manusia menjadi kecil disebuah kota yang khusus diciptakan untuk mereka. Alexander Pyane berhasil memfokuskan lebih dari separuh filmnya untuk membuat psikologis penonton terbawa menjadi manusia kecil yang menjadi latar fiktif ceritanya. Matt Demon yang juga pernah membintangi film fiktif sains The Martian memerankan peran Paul Safranek dengan baik. Menjadi seorang pria dewasa yang serba ragu dan sering berubah pendirian.

Sebenarnya, sutrada cukup optimis dengan Film Dramedy (sebutan drama comedy) ini. Portopolionya dalam pembuatan film menunjukan konsistensinya dalam pembangunan karakter yang membua kita mengerti bahwa manusia adalah mahkluk yang sangat kompleks.