Kimi no Nawa Adalah Diskursus Cerita Fiksi Dalam Keindahan Alur Cerita

Makoto Shinkai sebagai sutradara film Kimi No Nawa di elukan akan meneruskan estafet kesuksesan era Hayao Miyazaki. Film drama fiksi ini mendapatkan banyak pujian dari masyarakat maupun pengamat film.

Mitsuha anak perempuan yang hidup di kota kecil. Taki adalah seorang anak laki-laki yang sekolah di salah satu SMU di Tokyo. Dari latar masing-masing tokoh memiliki perbedaan yang cukup kentara Antara kehidupan anak di Tokyo dan di kota kecil. Mitsuha merupakan gadis yang dibesarkan oleh neneknya, pun yang menjaga tradisi di kuil Miyamizu. Kehidupan sebagai generasi penerus keluarga Miyamizu bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Mitsuha. Dia ingin menjadi Anak laki-laki tampan yang hidup dikota besar seperti Tokyo pada kehidupan berikutnya.

Setelah saya melihat kebelakang karya Makota seperti The Garden Of words, Byosoku 5 Centimeter, Children Who Chase Lost Voices, dan film pendek drama keluarga Dareka no Manazashi. Kimi no Nawa menjadi sebuah bentuk kesempurnaan dari film pendahulunya. Saya akan mereview sesuai dengan alur yang ada pada film.

Jika dilihat kembali, film ini memiliki empat babak (Sequence). Pertama perkenalan latar belakang karakter, kedua konflik pertukaran tubuh, ketiga time traveler, dan keempat adalah akhir cerita.

Pertama perkenalan latar belakang karakter

Mulai dari babak pertama mengenalkan karakter dan tematik dari film ini. Tematik film ini adalah pertukaran tubuh yang mengakibatkan perjalanan waktu. Atau dalam Itomori ini dikenal dengan Musubi. Sangat merarik pada bagian awal film bagaimana deretan cerita yang dibangun Makoto untuk memperkuat masalah utama pada Film. Saya akan mencoba untuk membedah pada sequence pertama dan scene mana saja yang digunakan untuk memperkuat pengetahuan penonton mengenai time traveler di Kimi no Nawa.

Penonton digiring dengan telling story Mitsuha dan Taki Dewasa mengenai perasaan yang terjadi setiap dia bangun tidur. Menangis tanpa sebab, seperti kehilangan sesuatu, mencari seseseorang tanpa henti. Bermula dari pemandangan menakjubkan jatuhnya komet Tiamat. Sebuah peristiwa nyata tapi seperti mimpi. Disini jatuhnya komet Tiamat menjadi salah satu intrik dalam time traveler yang terjadi diantara mereka.

Komet Tiamat ini biasanya akan dapat dilihat dengan mata telanjang dan orbitnya melewati bumi setiap 1.200 tahun. Fenomena komet Tiamat diberitakan secara nasional karena menjadi momen besar abad ini. Komet Tiamat ini juga yang menjadi count down sekitar satu bulan pertukaran yang terjadi pada Mitsuha dan Taki.

kedua konflik pertukaran tubuh

Pertukaran pertama yang digambarkan adalah Taki. Pertemuannya dengan Mitsuha terbawa dimimpi. Dan ketika bangun Taki terkejut bahwa mimpinya masih berlanjut. Dia bangun menjadi Mitsuha (saat itu dia belum menyadari bahwa yang terjadi padanya adalah kenyataan). Mitsuha pertama kali bertukar ketika dia melakukan ritual di kuil Miyamizu yaitu pembuatan Kuchikamizake. Merupakan budaya pembuatan Sake di jepang. Sebuah ritual kuno jepang yang diangkat di Kimi no Nawa untuk menjadi bagian dari scene penting time traveler. Kichikamizake pun dibuat oleh seorang gadis dengan cara mengunnyah nasi dan di muntahkan kembali untuk disimpan dalam beberapa waktu agar terfragmentasi. Fragmentasi ini dibantu dengan air liur. Setelah pulang dari ritual tersebut Mitsuha ingin berteriak di depan kuil memohon kepada dewa agar di kehidupan berikutnya dia tidak menjadi seperti saat ini. Menjadi gadis desa yang harus menjaga tradisi keluarga. Setelah itu babak pertukaran tubuh dimulai, terjadi pertukaran Mitsuha di tubuh Taki. Sebuah mimpi yang di idamkan oleh Mitsuha. Menjadi Siswa Tokyo Tampan.

Dilihat dari pertukaran ini sebenarnya bermula pada tekanan Mitsuha dalam kehidupannya di Itomori. Sebuah desa fiksi. Tekanan harus menjalankan tradisi keluarga Miyamizu, Memilki Ayah seorang Politisi Kota.

Fokus tekanan ini hanya terjadi pada Mitsuha. Mungkin karena mengangkat tekanan dari anak kota adalah hal yang biasa, pertimbangan Makoto bisa dimengerti untuk memfokuskan pemicunya pada Mitsuha. Awalnya Mitsuha ataupun Taki sadar jika mereka sedang bertukar tubuh. Apalagi melakukan perjalanan waktu. Mereka hanya merasa ada keganjilan yang terjadi ketika terbangun dari mimpi. Terjadi time skip pada ingatan Taki dan Mitsuha ketika raga mereka bertukar. Disini ada beberapa kemasan menarik sutradara dalam membangun adegan demi adegan. Apalagi film ini menceritakan mengenai flash back dua karakter, tentu saja pembuat akan memikirkan detil film yang akan membantu penonton tidak dibuat bingung.

Yang menjadi ciri film anime Jepang adalah bagaimana animator yang banyak mengangkat budaya Jepang sendiri. Makoto juga merupakan sutradara yang masif menggunakan Jepang sebagai latar tempat dan budaya. Selain pada cerita, footage penggambaran Makota sendiri cukup detil dan simpel. Seperti pada penggambaran latar kehidupan Mitsuha dan Taki yang berbeda. Dia hanya menggambarkan tiga sampai empat footage untuk menggambarkan detil latar yang terjadi di filmnya.

Pada awal pertukaran tubuh, untuk memperkuat psikis suasana yang dirasakan karakter utama pada Mitsuha. Footage suasana sekolah yang biasanya ada di kota. Membantu penonton untuk merasakan Mitsuha dalam lingkungan baru yang berbeda. Transisi pergantian hari di kota dan desa juga diberikan dengan menarik oleh Makoto. Menggambarkan suasana dari pagi sampaimalami Kota terlihat sibuk dan di desa tenang seperti tidak ada perubahan.

Dengan keganjilan mimpi yang semakin terasa nyata, Mitsuha dan Taki akhirnya dapat menyimpulkan. Selama ini yang mereka alami bukanlah mimpi. Mereka benar-benar bertukar tubuh. Didukung dengan beberapa catatan dan keganjilan yang juga terjadi di orang terdekat mereka. Mereka bertukar tubuh.

Mereka mencoba untuk menganalisis bagaimana fenomena itu bisa terjadi pada mereka. Dalam analisis yang mereka buat. Kenapa itu terjadi hanya di Mitsuha dan Taki, adalah sesuatu yang belum dapat mereka mengerti. Yang jelas dalam periode waktu, itu terjadi secara random. Pemicu utamanya adalah ketika mereka tidur. Karena pertukaran tubuh hanya terjadi ketika mereka terbangun dari tidur.

Kejadian ini membuat mereka harus menyesuaikan diri masing-masing. Belum tau cara untuk memperbaikinya. Yang jelas, mereka tidak terlihat berusaha juga untuk memperbaiki. Kedekatan Mitsuha dan Taki juga mulai dibangun pada babak pertukaran tubuh ini. Mereka mulai membuat catatan dan aturan untuk tidak terlalu mengacaukan kehidupan masing-masing. Sampai pada suatu ketika romansa muncul, Mitsuha merasa kehilangan ketika mengatur rencana kencan Taki dengan senior ditempat kerja. Paginya Mitsuha memutuskan untuk menemui Taki tanpa memberitahu. Pada adegan ini penonton dibawa kesuasana serba ragu Mitsuha dalam perjalanan menemui Taki.

Perjalanan ini memperlihatkan Mitsuha dari kota kecil yang pergi ke Tokyo dengan tranportasi umum. Tokyo terkenal dengan jalur transportasi umum yang rumit. Yang menjadi perhatian saya selain suara hati Mitsuha, footage kaki Mitsuha dalam perjalanan menemui Taki yang digambarkan 23 detik dalam 10 potongan gambar yang berbeda kembali untuk memahami psikis yang dirasakan karakter. Ragu, Takut, Malu, Penasaran dan senang. Sebuah perasaan orang yang sedang kasmaran. Mesti tidak digambarkan secara langsung. Scene ini terlihat manis.

 

ketiga time traveler

Ada bagian pertukaran tubuh yang terjadi pada Taki yang agak mengganjal. Karena pertukaran tubuh tersebut memberikan banyak informasi mengenai Musubi (yang sudah saya singgung diaas). Sebuah istilah kuno di Itomori yang digunakan penduduk untuk memanggil Dewa penjaga desa. Dalam budaya lokal Itomori, istilah Musubi digunakan dalam beberapa penyebutan. Menenun benang dapat diartikan Musubi, aliran waktu dapat diartikan Musubi, Menghubungkan orang Musubi. Fenomena pertukaran tubuh dan perjalanan waktu yang terjadi oleh Mitsuha merupakan Musubi. Mitsuha, Nenek Miyamizu dan Yutsuha sedang menempuh perjalanan ke kuil dewa Miyamizu untuk mengantar Kuchikamizake.

Dalam akhir sequence pertukaran tubuh ini, banyak sekali informasi penting yang nantinya akan membantu kita memahami semua konflik yang ada di Film ini. Informasi pemecahan masalah juga telah dijelaskan akhir sequence pertukaran tubuh. Saya akan menjelaskan scene pentingya.

 

 

 

 

 

 

Kakuruyo

Kakuruyo merupakan istilah batas terluar dari semesta yang berbeda dengan dunia. Ini merupakan batas sakral dunia manusia dan dewa. Jika ingin kembali, dari dunia manusia. Mitsuha harus mempersembahkan Kuchikamizake, sebagai persembahan separuh jiwa pembuat Kuchikamizake.

Kataware-Doki

Dalam frasa yang sesunggunya Kataware-Doki merupakan frasa Bahasa Jepang kuno yang berarti Senja. Jika dijelaskan dengan mitologi, Kataware-Doki merupakan bertemunya dua dimensi atau lebih dipertemukan pada satu ruang.

Kenapa tiba-tiba pada scene Kataware-Doki Taki terbangun dari tidur? Yang benar, karena senja sudah berakhir. Pertemuan Antara dua dimensi ini hanya dibatasi sampai dengan berakhirnya Senja. Ini merupakan jawaban dari terbangunnya tiba-tiba Taki terbangun padahal saat itu dia berada ditubuh Mitsuha tidak dalam keadaan tidur.

Yang kembali perlu diingat bahwa pertemuan pertama secara langsung Mitsuha dan Taki digambarkan bahwa pertukaran tubuh mereka berakhir. Keterkejutan Mitsuha ketika melihat Taki tidak mengenalnya menjadi sebuah potongan yang mengganjal. Bukannya Taki sudah sangat akrab dengan fisik Mitsuha? Kenapa Taki tidak mengenal Mitsuha waktu ditemui Mitsuha di kereta?

Ini adalah sebuah lompatan waktu. Musubi yang terjadi di mereka tidak hanya pada pertukaran tubuh. Tetapi juga lompatan waktu. Setelah pertemuan itu Musubi terputus. Karena pada waktu itu pada keesokannya Mitsuha sebenarnya sudah lenyap bersama sebagian besar penduduk Itomori karena tertabrak pecahan komet. Maka dari itu mengapa Taki tidak mengenal Mitsuha. karena Taki bertukar tubuh 3 tahun setelahnya. Pemicu Taki bertukar adalah benang tenunan keluarga Miyamizu. Dalam Kimi No Nawa menjelaskan bahwa benang mengalirkan waktu dan perasaan.

Terputusnya pertukaran tubuh membuat Taki merasa kehilangan Mitsuha. Taki mulai merasa kehilangan. Kehidupan setelahnya membuat Taki merasa kehilangan dan ingin menemui Mitsuha. Sampai pada perjalanan Taki mencari Mitsuha. hanya dengan bermodalkan sketsa dan ingatan yang samar. Taki berusaha mencari Mitsuha diikuti oleh Tsukasa dan Okudera. Awalnya pencarian sangat sulit. Karena tidak mengingat secara pasti. Hanya menyamakan beberapa letak geografis lukisan. Taki mendapat sebuah petunjuk ketika sedang bersantap ramen. Pemilik ramen mengenal dengan jelas bahwa dilukisan Taki merupakan Kota kecil bernama Itomori yang dulu merupakan tanah kelahirannya. Dan sebuah fakta Itomori saat ini menjadi tempat terisolasi karena bencana besar jatuhnya komet Tiamat di Itomori yang menewaskan lebih dari sepertiga penduduk Itomori. Sebuah fakta mengejutkan bagi Taki yang merasa masih di Itomori dalam beberapa pekan sebelumnya.

Sketsa Time traveler dan pertukaran tubuh Taki dan Mitsuha

Setelah mempelajari beberapa data mengenai tragedi yang terjadi di Itomori. Waktu kejadian Jatuhnya komet jam 20.42 bertepatan dengan festival musim gugur. Nama-nama yang menjadi korban memberikan getir pahit pada nama Mitsuha Miyamizu merupakan salah satu korban. Digambarkan pada sebuah frame blur yang hanya focus ditengah dengan warna kelabu yang menggambarkan suasana Taki yang samar mengenal nama tersebu akan tetapi jelas hatinya sakit melihat fakta bahwa yang ingin dia temui menjadi salah satu korban tragedi tabrakan komet empat tahun lalu.

Ingatan Taki mengenai Mitsuha muncul sesuai dengan proses pembuatan benang anyaman. Musubi. Terkadang anyaman itu saling mengikat dan bertemu, kemudian berpisah, terhubung kembali. Seperti itu aliran waktu mengalir. Pagi harinya dia meminta agar diantar Paman pemilik kedai ramen. Di kuil Miyamizu. Taki mulai mencoba memahami bagaimana Musubi bermain. Sesampai pada kuchikamizake milik Mitsuha. Taki mengerti bahwa separuh jiwa Mitsuha ada di Kuchikamizake. Taki meminumnya dan sesuai dengan harapannya. Dia dapat kembali bertukar tubuh dengan Mitsuha. Setelah memasuki Kakuruyo, dan meleburkan ke jiwa Mitsuha melalui Kuchikamizake, Flashback kisah Mitsuha dari dilahirkan sampai pada pertemuan pertama dengannya dapat diketahui oleh Taki pada gambaran sebuah dimensi tenggelam dalam masa lalu jiwa Mitsuha.

Gimick masif Makoto berhasil pecah. Meskipun pervert saya yakin penonton akan geli ketika melihat adegan satu ataupun dua. Dan akan menangis sambil tertawa ketia melihat scene yang ketiga.

Membawa tekat menyelamatkan Mitsuha. Taki masih memiliki waktu untuk mengubah tragedy di Itomori.  Sebelum malam dating, sebelum jam menunjukkan pukul 20.42. Taki masih mempunyai kesempatan menyelamatkan Mitsuha. Misi Taki ukan hanya untuk Mitsuha, tetapi juga untuk masyarakat Itomori lainnya. Dalam pejalanan menjalankan misinya, Taki mengingat bahwa seharusnya Mitsuha saat ini ada di tubuhnya. Pun pergi menuju Kuil Miyamizu. Akhirnya mereka dapat dipertemukan dalam momen Kataware-Doki. Bertemu dan berpisahnya dimensi waktu.

Ada tiga Momen pertemuan Taki dan Mitsuha semuanya berhasil dikemas luar biasa oleh Makoto. Dari pertemuan pertama di kereta, pertemuan pada batas Kataware-Doki, dan pada ending filmnya.

Pada akhir sequence time traveler, genderang mendebarkan terjadi dalam estafet usaha Taki untuk menyelamatkan Itomori untuk dilanjutkan Mitsuha. Tidak sama sekali diceritakan pada sequence ini bagaimana akhir Itomori terhadap tubrukan Komet Tiamat.

Sequence keempat adalah sebuah sentuhan akhir yang menjadi gaya Makoto mengakhiri cerita. Menaikan emosi penasaran penonton pada akhir konflik.

Saya memang belum membaca Novel asli karya Makoto dengan judul yang sama yang diangkat menjadi film ini. Tapi saya cukup yakin, dan pasti. Setiap kisah yang sudah dipelopori oleh sebuah buku pastinya ada beberapa naskah yang dipotong. Karena tidak mungkin semua naskah dalam novel akan dijadikan naskah film. Akan tetapi menjahit cerita dengan audio visual memelukan pemikiran kompleks agar penonton dapat mencerna dengan baik apa maksut film tersebut.

Sejujurnya secara pengalaman mereview film, saya masih awam. Saya masih mencari gaya menulis saya. Apakah berupa kritik, ulasan, atau analisis mendalam. Saya juga sangat yakin, tidak semua film bisa saya review. Bukan hanya film yang saya suka, selain itu berpengaruh pada mood boaster saya menulis. Sebuah film dengan penggambaran yang detil dan kompleks membuat saya terstimulasi untuk mendalami kembali filmnya. Kimi Ni Nawa (Your name.) membuat saya tertantang untuk menganalisis secara lugas dan mendetil. Greatest job sensei shinkai!

 

 

 

 

 

Merasa mengecil setelah menonton Downsizing

Film baru Alexander Pyne bersama Matt Damon “Downsizing”

Paramount kembali memproduksi  film, Downsizing merupakan drama comedy satir yang bertema sains fiksi. Mengangkat isu kempunahan manusia di Bumi, sebuah film existensial crisis.

Paul Safranek (Matt Damon) seorang terapis yang sedang mencari perubahan dalam hidupnya. Bersama istrinya Audrey Safranek, tertarik untuk mengikuti sebuah gerakan dan progam pengecilan tubuh. Sebuah temuan baru dalam dunia sains.  Tekanan dalam hidup Paul pun seperti menemukan sebuah titik solusi untuk keluar dari zona kebosanan dan pencarian kebahagian yang sesungguhnya.

Pada babak pertama film, penonton digiring menuju  ketakjuban sebuah penemuan yang memberikan efek domino bagi dunia. Sebuah ide gila dan temuan ilmuan Dr. Jorgen Asbjorsen yang dirasa dijadikan solusi akan ketakutan manusia dalam menghadapi kepunahan yang merupakan kesalahan manusia itu sendiri. Cara manusia dapat melarikan diri dari seleksi semesta pada Bumi.

Kampanye masif akan membuat kita tertarik akan proyek tersebut. Beberapa public figur dipamerkan atas kesuksesan capaian penemuan ini. Seperti apa menjadi kecil, bagaimana kehidupan ketika kita menjadi kecil dan keuntungan yang didapatkan dengan mudah ketika manusia mengikuti progam downsizing ini. Akan tetapi proyek ini bukan saja proyek jangka panjang, ketika manusia mengikuti proyek Downsizing, mereka harus merelakan untuk berkomitmen hidup selamanya dengan ukuran tubuh mini dengan kehidupan yang jauh berbeda dengan sebelumnya.

Alexander Pyane penulis sekaligus sutradara memberikan kita scene detil dalam proses pengecilan tubuh dan kehidupan apa saja yang berubah ketika manusia menjadi kecil disebuah kota yang khusus diciptakan untuk mereka. Alexander Pyane berhasil memfokuskan lebih dari separuh filmnya untuk membuat psikologis penonton terbawa menjadi manusia kecil yang menjadi latar fiktif ceritanya. Matt Demon yang juga pernah membintangi film fiktif sains The Martian memerankan peran Paul Safranek dengan baik. Menjadi seorang pria dewasa yang serba ragu dan sering berubah pendirian.

Sebenarnya, sutrada cukup optimis dengan Film Dramedy (sebutan drama comedy) ini. Portopolionya dalam pembuatan film menunjukan konsistensinya dalam pembangunan karakter yang membua kita mengerti bahwa manusia adalah mahkluk yang sangat kompleks.

Menghadap Laut

Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Acara Menghadap Kelaut menjadi acara lingkungan terbesar yang dilakukan secara Nasional

Lingkungan merupakan sebuah isu yang memiliki pengaruh jangka Panjang dalam proses pengerjaan. Beberapa komunitas non-profit, NGO, dan Lembaga pemerintahan memiliki cakupan focus tertentu terhadap beberapa tema lingkungan.

Pada 19 Agustus 2018, gerakan nasional yang dipelopori oleh Kementerian Kelautan Perikanan dan beberapa publik figur serta organisasi yang bergerak dibidang lingkungan yaitu Pandu Laut. “Menghadap Laut” dilakukan di 73 titik diseluruh Nusantara. Jumlah 73 titik tersebut juga sebagai bentuk memeriahkan dirgahayu Republik Indonesia Ke-73. Akan tetapi informasi terakhir diberitakan bahwa ada beberapa tanbahan titik kegiatan Menghadap Laut yang dilaksanakan mandiri oleh komunitas lingkungan dan masyarakat. Menghadap Laut juga menjadi komitmen bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membersihkan laut Nusantara sebanyak 70 persen pada tahun 2025. Tentu saja ini menjadi tugas berat yang harus dilakukan bersama masyarakat. Ada beberapa faktor menarik pentingnya kegiatan non-profit seperti Menghadap Laut harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menjadi medium belajar

Bagi milinials yang sudah menjadi orang tua baru, kegiatan sosial seperti Menghadap Laut dapat menjadi alternatif liburan dan juga wisata edukasi. Karena saat ini pentingnnya sosialisasi bagi anak di era digital. Bahkan menurut data sebanyak 72 persen anak usia 8 tahun ke bawah sudah menggunakan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan iPod sejak 2013, di mana mayoritas usia 2 tahun lebih suka pakai tablet atau ponsel pintar tiap harinya. Dibandingkan tahun 2011 angka tersebut masih berada di 38 persen (cnnindonesia.com). Kegiatan Lingkungan seperti ini bias menjadi pelajaran sebab akibat ketika kita melakukan sebuah kegiatan, dalam konteks ini membuang sembarangan sampah plastik dilaut.

Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar kedua dilaut

Komitmen pemerintah dalam membersihkan sampah di laut akan menjadi sebuah tugas yang berat. Tidak dapat dilakukan pemerintah saja. Perlu peranan masyarakat untuk membantu dan peduli menjada kelestarian laut. Bahkan sebuah studi yang dilakukan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin telah menemukan bahwa sepertiga sampel ikan yang ditangkap di daerah Timur Indonesia mengandung mikro plastik. Bahkan, mikro plastik telah terkandung dalam hampir semua air keran di seluruh dunia. Bukan sebuah peninggalan yang bijak untuk generasi berikutnya (kkp.go.id).

Lebih dari 90 persen wilayah Indonesia berupah Lautan

Angka persentasi ini akan terus meningkat mengikuti pemanasan global yang membuat pesisir semakin terendam air laut. Menjadi potensi bagi negara maritime seperti Indonesia. Lautan yang luas menjadi menopang sektor ekonomi Indonesia seperti Pangan, Pariwisata, dan Transportasi. Bahkan wisatawan mulai mengeluhkan kotornya laut Indonesia. Wisatawan domestik maupun manca negara memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Ikan juga menjadi pengganti penuhan gizi masyarakat Indonesia. Protein pada ikan bisa menjadi alternatif daging.

Sebuah lagu anak-anak “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” Karya Ibu Sud adalah salah satu gambaran dari mana negara ini berasal. Identitas bangsa yang harus kita perjuangkan.

 

 

Dareka no Manazashi Film Pendek Makoto Shinkai

Dareka no Manazashi

Cerita pendek tanpa mengesampingkan detail, sebuah gaya Animator Makoto Shinkai dalam memproyeksikan naskah.

Film Dareka no Manazashi (Proud Future Theater) merupakah salah satu portopolio rumah produksi film animasi Comic Wave Film. Film yang dirilis awal tahun 2013 ini menceritakan ritual kehidupan keluarga dalam perkotaan. Aya Okamura seorang anak yang sudah dewasa. Memilih hidup mandiri terpisah dari kedua orang tuannya setelah sudah bekerja. Nuansa keluarga diperkotaan yang selalu sibuk membuat Aya dan keluarganya menjadi renggang.

Prolog film membawa penonton memahami cerita dengan cepat dan mudah. Diceritakan melalui telling story dan footage karakter Aya, Ayah dan reka kejadian masa lalu keluarga Aya. Detail diceritakan pada sebuah scene dapat menggambarkan beberapa tahun kebelakang perjalanan keluarga Aya sampai pada sebuah nuansa klasik yang selalu dialami oleh keluarga perkotaan. Bekerja setiap hari.

Sebuah ironi ketika Aya yang sudah bekerja. Mengalami fase tekanan pekerjaan, kesepian, jauh dari keluarga dan memiliki tendensi untuk lebih mandiri sebagai remaja yang tumbuh dewasa dan berpenghasilan. Ayah Aya yang juga memiliki masalah kurang lebih sama dengan anaknya. Merasa kesepian dan harus terus mencari uang di usia senjanya.

Karena adanya tendensi Aya sebagai anak yang mandiri, menjadikan Ayahnya kesulitan untuk melepas rindu dengannya. Beberapa cara telah dicoba Ayahnya untuk bertemu Aya. Kurangnya komunikasi intens sebagai anak dan ayah membuat Aya  dan ayahnya saling tidak berkata jujur.

Banyak sekali sentuhan drama keluarga yang diberikan pada setiap adegan pendek film berdurasi 7 menit ini. Pada akhir film diberikan sebuah ending yang bahagia dengan beberapa kejutan dari jawaban scene yang menggantung diawal.

 

The Meg Film beraliran Horor Sains Fiksi yang terselamatkan Efek Suara

Film The Meg

Film yang diluncurkan pada liburan musim panas ini memberikan cerita sains fiksi kurang matang dan scene horornya terselamatkan oleh efek suara.

Liburan musim panas merupakan penempatan waktu yang tepat bagi beberapa proyek film untuk diluncurkan. Seperti biasanya film Holiwood yang diluncurkan  pada liburan musim panas ini mengutamakan pasar dari pada kualitas filmnya pun terbukti suskses.

Pekan pertama tayang, The Meg meraup USD 150 juta atau Rp 2,19 triliun. Di Amerika Serikat, film tersebut memperoleh pendapatan USD 45,4 juta (Rp 663,3 miliar). Nominal itu juga lebih tinggi daripada perkiraan kritikus. The Meg diperkirakan hanya meraup total USD 30 juta (Rp 438,4 miliar) pada pekan perdana penayangannya.

Sinopsis Film The Meg mengisahkan mengenai kelompok ilmuan yang sedang menerjakan proyek penyeledikan mengenai misteri palung Mariana yang merupakan  Palung terdalam di dunia. Proyek tersebut menggunakan sebuah laboratorium dengan teknologi canggih yang di didirikan didalam laut. Dengan design akuarium yang membuat penghuni laboratorium dapat melihat kedalaman laut melalui dalam kaca. Kelompok penelitian tersebut akhirnya dapat melakukan penyelaman langsung di Palung Mariana dengan menggunakan kapal selam berawak. Pada saat melakukan penyelaman, ternyata palung mariana memiliki lapisan awan pada dasar palung, kapal selam tersebut dapat menerobos selaput awan tersebut dan menemukan penemuan baru mengenai misteri Palung Mariana. Bebebrapa fosil hidup didalam awan dasar palung. Salah satu spesies fosil hidup menjadi ancaman bagi Manusia, yaitu Megalodon. Hiu purba terbesar yang pernah ada. Pemangsa teratas dilaut yang pernah ada.

 

Scene Screen Shot in The Meg

Intro film tersebut mengajak kita untuk mengetahui mengenai ilmu Paleontologi dan Oseanotologi. Akan tetapi sains disini hanyalah digunakan sebagai pencarian latar belakang saja oleh penulis Steve Alten. Pemberian informasi mengenai Megalodon juga sangat minim. Padahal Subjek horor utama The Meg iyalah fosil hidup itu sendiri. Bahkan klaim dari peneliti dan juga kurator Smithsonian National Museum of Natural History, Hans Sues, di Washington DC. ’’Sangat tidak mungkin dan bertentangan dengan teori megalodon yang kami tahu dari jejak fosil,’’ tegasnya.

Alur cerita dibuat mengikuti tokoh utamanya. Karakter yang diperankan Jason Staham tidak memunculkan sebuah bentuk karakter baru pada Film. Jonas Taylor seorang Ahli selam dan mantan kapten angkatan laut dengan trauma 5 tahun sebelumnya yang melalukukan penyelamtan dengan pengorbanan teman timnya. Tidak ada pendalaman karakter yang menarik dari Jonas, yang ada hanyalah sajian akrabnya Jason Staham sebagai actor kawakan film aksi yang selalu tampil memukau. Tentu saja jika ini tidak diperankan oleh Jason Staham atau beberapa actor kawakan film aksi lainnya, The Meg tidak akan bisa membawa penonton mencintai karakter utama. Sebuah rumus yang harus ada pada sebuah film aksi fiksi.

Scene yang seharusnya menjadi hantaman penonton untuk berteriak sungguh terselamatkan oleh efek suara yang keras dengan momen yang tepat. Seperti halnya pada scene berhasilnya tim membunuh Megalodon yang pertama. Seakan sudah menyelesaikan tugas, Tim melakukan sebuah selebrasi yang tidak bermutu. Akting murahan Page Kenedy dan Ólafur Darri Ólafsson membuat scene penting ternyata Megalodon yang menyerang mereka berjumlah dua jadi hambar. Ritme kejutan yang harusnya menjadi titik balik kembalinya penonton fokus malah dibuat tidak begitu penting. Efek suara seharusnya mendukung pada scene ini malah tidak dimaksimalkan.

Hampir semua scene kejutan terselamatkan dengan efek suara. Tidak ada akting menarik pada penekanan adegan ketegangan setiap karakter yang disana. Psikis ketakutan penonton hanya dibuat dengan scoring. Cukup dengan suara kejutan yang kencang.

Pergerakan Megalodon sebagai monster terlihat random. Menyerang secara acak, sudah memangsa satu ekor megalodon tapi menyerang pantai secara random. Bukan seperti monster yang kelaparan. Tapi juga bukan seperti monster yang kebingungan. Subjek utama film menjadi ambigu untuk diberikan titik perhatian.

Untuk film liburan musim panas memang film tersebut mengikuti keinginan pasar. Terutama mayoritas penonton film liburan musim panas adalah anak remaja di usia kisaran 14 tahun. Film The Meg menjadi lebih menarik dengan teknologi CGI.

WANITA HARUS BERKARIR

Dari pria yang mengharapkan wanita Indonesia berkarir.

A Caucasian woman and girl practising ballet

Informasi feminisme menjadi isu yang menarik untuk diretweet  dibaca dan diperbincangkan. Mengapa? Mengutip dari sebuah blog pribadi Jennie M. Xue, akar dari gerakan feminisme dimulai di Yunani Kuno oleh Sappho (wafat 570 SM) dan di Zaman Pertengahan dengan Hildegard of Bingen (wafat September 1179) dan Christine de Pisan (wafat 1434). Sedangkan Olympes de Gouge (wafat 1791), Mary Wollstonecraft (wafat 1797), dan Jane Austen (wafat 1817) adalah para Ibu Feminisme Modern. Perjuangan mereka mencakup advokasi martabat perempuan, pengakuan intelektual, dan pengembangan potensi perempuan sebagai individu.

Sampai saat ini feminisme sudah ada pada gelombang keempat. Setiap gelombang mengangkat isu berbeda dan lebih spesifik, mengikuti perkembangan pada setiap zamannya.

Feiminisme merupakan bentuk ekspresi dan fikiran oleh pria dan wanita dalam upaya untuk menyelaraskan persamaan gender bagi wanita, dalam semua aspek kehidupan.Feminisme sendiri sering disalah artikan sampai saat ini, mulai dari feminisme hanya untuk perempuan, feminisme membenci pria,feminisme tidak percaya pernikahan, feminisme ingin menyingkirkan pria, dan yang paling horor feminisme adalah ateis (sedih).

Saya akan membahas lebih spesifik dalam feminisme yaitu wanita dalam berkarir. Wanita harus memiliki karir dalam bentuk apapun.

Beberapa minggu lalu saya bertemu dengan salah satu anak teman dari tante saya. Saat itu dia sedang merias tante dan keponakan saya sebelum melakukan foto sesi wisuda. Ketika saya memasuki kamar, kaget melihat tante saya menangis. Padahal ini adalah hari yang menyenangkan karena perayaan wisuda. Setelah itu keponakan saya cerita bahwa Amanda (yang membantu merias tante) memiliki keluarga yang Ayahnya melakukan poligami. Dalam prakteknya poligami dikeluarganya memberikan efek yang besar dalam perihal hak dan keadilan bagi istri pertama. Ibu Amanda sama sekali tidak menghendaki Ayahnya berpoligami. Padahal syarat poligami sendiri adalah disetujui istri sahnya dan dapat bersikap adil. Sampai sekarang saya sangat meyakini bahwa tidak ada sikap adil dalam praktek poligami.

Saya percaya sebuah statementyang mengatakan “Kebanyakan orang baik dipanggil Tuhan lebih cepat, karena Tuhan sangat sayang padanya.” Ibu Amanda meninggal karena Kanker. Sebelum meninggal, Ibu Amanda berpesan agar menjadi wanita yang mandiri. Jangan tergantung pada suami. Ibu Amanda adalah seorang dokter.

Bahkan ada teman kerabat saya yang diajak Ayahnya untuk mendatangi sebuah pernikahan. Mereka baru tahu ditempat ternyata yang menikah adalah Ayah mereka. Tanpa mengerti sebelumnya sebab Orang tunya sering bertengkar dan Ibunya setiap hari menangis. Jleb.

Beberapa hal yang membuat saya mendukung isu feminisme adalah cerita dari saudara dan teman yang pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan bahkan sampai menjadi trauma.

Dikeluarga saya sendiri ada cerita mengenai feminisme. Dalam keluarga Ibu saya, Anak laki-laki harus sekolah setinggi mungkin. Karena nantinya akan menjadi imam keluarga. Karena aspek ekonomi dan jumlah anak juga yang membuat Ibu saya berhenti sampai bangku SMA. Siapa sih yang tau masa depan seorang anak? Bayangkan pada saat itu ibu saya di jodohkan. Mbah kung mencari calon suami untuk anak-anak perempuannya yang mapan agar kelak tidak susah dalam finansial. Untung Ibu memiliki nasib baik.

Saya kebetulan bekerja dibagian redaksi pengelola jurnal ilmiah. Ada jurnal yang menarik yang meneliti mengenai “Peran Perempuan Nelayan Dalam Usaha Perikanan Tangkap Dan Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Pesisir Teluk Jakarta”. Faktanya perempuan memilki peran penting dalam ekonomi keluarga. Dan lagi saat ini penopang keluarga pria saja cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Wanita berkarir bukan untuk menguntungkan pria, bukan perkara gender yang saat ini saya bahas. Sebuah bentuk penyelarasan yang kita harapkan. Memang jurnal diatas memberi tanggapan mengenai tuntutan ekonomi yang membuat wanita ikut berperan dalam membantu ekonomi keluarga. Bukan karena keinginan pribadi dan panggilan passion untuk berekspresi. Tapi hal tersebut menjadi sebuah perspektif bahwa orang yang membangun bina rumah tangga belum memiliki kesiapan dalam menghadapi tahap hidup yang berbeda.

Saya pernah membicarakan pernikahan bersama teman wanita saya. Karena sebentar lagi saya dan beberapa teman saya akan menjalani tahap pernikahan yang mungkin akan terjadi pada waktu dekat. Menjadi hal wajar bila kita sudah mulai menyiapkan masa depan. Akan tetapi ada hal menarik mengenai persiapan teman-teman wanita saya soal memilih karir. Ada yang ingin berkarir nantinya dan akan membuat komitmen bersama suami sebelum menikah agar di ijinkan memiliki karir. Ada juga teman yang berpendapat bahwa dia akan kerja terlebih dulu. Entah  bagaimanapun nanti, tapi dia sudah siap semisal menjadi ibu rumah tangga. Semua tergantung suaminya nanti apakah mampu untuk menghidupi keluarganya dengan penghasilan sendiri atau masih memerlukan dukungannya untuk mencari tambahan finansial.

Memberikan pemahaman bahwa wanita juga memiliki andil besar dalam menentukan masa depan. Toh berkarir bukan melulu dikantor. Keterampilan dan kreatifitas menjadi solusi yang tepat. Melakukan kegiatan yang menyenangkan dan ditekuni bisa menjadi sebuah karir. Jujur saya sangat bersyukur mempunyai orang tua yang tidak berkerja rutin (kantoran).

Selamat menyiapkan masa depan sista-sista terbaik bangsa.

Bermasyarakat Dalam Hukum

 

ss

Menjadi masyarakat bukan perkara sepele, perlu memahami hukum agar dapat menjadi individu yang bisa bermasyarakat.

Apa itu main hakim sendiri?

Tindakan main hakim sendiri (Eigenrichting), pada dasarnya merupakan pembalasan yang berawal dari konsep peradilan personal yang memandang kejahatan sebagai persoalan pribadi atau keluarga tanpa ada campur tangan penguasa. Individu yang merasa dirinya menjadi korban perbuatan orang lain, akan mencari balas terhadap pelaku tindak pidana atau keluarga pelaku tindak pidana (Abby, 2016). Jadi main hakim sendiri dapat dikatakan sebagai tindakan, keputusan, yang dilakukan oleh personal ataupun massa tanpa dilakukannya proses hukum (tanpa melibatkan aparat) terhadap  pelaku tindak pidana.

Apakah pemerintah sudah membuat peraturan mengenai perbuatan main hukum sendiri?

Mari kita memahami Kitab Undang-undang hukum pidana itu sendiri mengenai pengadilan jalanan ini. Pada definisinya, Pidana adalah suatu perlindungan bagi  masyarakat dan pembalasan  atas  perbuatan  hukum,  di  samping  itu  Roeslan  Saleh  juga  mengemukakan  bahwa  pidana  mengandung  hal-hal  lain  yaitu  bahwa  pidana  diharapkan  sebagai  suatu  proses  pendidikan  untuk  menjadikan  orang  dapat  diterima dalam  masyarakat.

Jadi adanya kitab undang-undang pidana itu bisa menjadi perlindungan dan pembalasan oleh orang yang menjadi korban. Secara eksplisit menerangkan kenapa Kitab Undang-Undang Pidana itu ada.

Dalam KUHP telah dituliskan pada Pasal 170, 338, 351, 352, 354, dan 406. Bahkan pada pasal 406 hewan kepemilikan (hewan peliharaan) dimasukan dalam kategori dilindungi seperti dengan manusia.

Cukup membaca enam pasal untuk kita memahami mengenai pentingnya tidak menggelar pengadilan dadakan dijalanan.

Sebuah statement yang miris, sedang menjadi dilema berkepanjangan antara masyarakat dan keadilan. Dari pemberitaan tirto misalnya yang memberitakan mengenai pasangan cikupa yang dipresekusi. “Presekusi adalah ciri masyarakat frustasi”. Sudah ada terdakwa, sudah ada bukti. Menariknya, bukti bahwa pasangan yang di anggap mesum tidak melakukan tindakan mesum. Haah?

“Kalian semua suci, aku penuh dosa” (Close up gigi berbehel awkarin) dari seluruh elemen nyata dan tidak mengenai awkarin dan young lex, saya setuju dengan baris lagu ini. Sangat relevan saat ini di zaman digital. Yang jauh di dekatkan, yang jauh sok kedekatan..

Ketika setiap orang disetarakan dan setiap orang memilki kesempatan yang sama di media sosial. Pak Nukman pernah menanggapi sebuah tweet mengenai era media social.” Media sosial itu media egaliter. Semua orang boleh bicara apa saja tanpa kasta”. Kapan lagi kita disetarakan yakan cuk? Karena kecanggihannya, sekarang kita bisa main hakim setiap hari karena selalu ada kesempatan. Lewat mana? Media social tentunya, kan egaliter.

Dalam beberapa bentuk main hakim sendiri, semua itu memberikan dampak secara psikis setiap orang yang menjadi korbannya. Dan juga bagi orang yang melihatnya. Juga kerabatnya, temannya dan mungkin semua orang yang terterpa informasi tersebut. Membuat kesan hidup semakin mengerikan.

Bahkan kasus separatisme menurun. Menurunnya separatisme menunjukkan arah positif Indonesia menjadi negara kesatuan. Separatisme menurun ketika tingkat kepercayaan kepada pemerintah menunjukan angka positif. Disisi lain main hakim sendiri melonjak tajam. Dari beberapa jenis konflik yang terjadi sampai tahun 2014, separatisme berada paling dasar. Tapi pengadilan jalanan sendiri cukup dekat dengan kita.

Apakah benar kita sedang dilanda frustasi lur?

Saya pribadi belum bisa memberikan kesimpulan dari berbagai data yang mengindikasikan bahwa kita sedang dilanda frustasi. Entah itu faktor politik, ekonomi, sosial atau faktor etnografis yang membuat masyarakat mudah terpancing isu yang secara masif disebarkan. Ditambahkah maraknya hoaks berseliweran di internet.

Saya mencoba mengaplikasikan kepada saya sendiri ketika sedang mengalami kejadian yang mengakibatkan saya frustasi.

Saat saya mengalami kondisi dimana saya merasa sendiri, tidak berguna, mengkhawatirkan semuanya orang tua, teman. Semua perihal manis menjadi pahit. Terlalu sensitif, baper membuat saya tidak peduli dengan fondasi yang telah saya bangun. Saya keras, saya benar, saya bisa. Entah itu benar yang dilihat orang disekitar saya atau tidak. Tapi saya merasa seperti itu. Entah apa yang saya kacaukan, atau saya tak beranjak sedikitpun.

Setalah saya baca dengan teliti penerapan saya diatas, rasa frustasi memunculkan sikap yang cukup absurb. Dalam kondisi ini, individu yang sedang mengalami frustasi ketika melakukan sesuatu, kegiatan atau pekerjaan yang sudah biasa dilakukan, tidak dapat maksimal seperti biasa saat sedang dalam kondisi psikis normal.

Dan bahayanya, orang frustasi tidak dianjurkan untuk berkumpul bersama. Betapa mengerikan jika sekumpulan orang frustasi ini berkumpul di satu tempat dan melakukan sebuah tindakan atas dasar kesepakatan bersama. Mufakat yang tidak diharapkan tentunya.

Aparat saja pernah salah mengajukan tuntutan, apalagi kita yang tidak dibekali kemampuan member solusi yang benar.

Kita lahir dengan balutan anugrah, doa dan hukum. Saya sebagai pemuda yang lahir di era milenals dan mendapat pendidikan baik masih merasa jauh dari kata paham mengenai hukum. Saya ragu dalam suatu kejadian yang merugikan saya, tindakan yang saya lakukan, ataupun respon ketika melihat suatu kejadian yang membutuhkan orang ketiga atau penengah. Bagaimana saya membela hak saya, apakah saya benar dapat membela hak saya, seberapa nyamankan aparat pengadil untuk saya minta keadilan.

Pentingnya sosialisasi mengenai undang-undang, cakupan data eigenrichting, memaksimalkan sarana umum atau media pemerintah, kampanye masif belajar hukum. Negara dengan berkembang secara mutlak memerlukannya.

Salam,

Pustaka:

Abby A. F. 2016. Pengadilan Jalanan Dalam Dimensi Kebijakan Kriminal. Jala Permata Aksara. Jakarta. hlm. 19.

Roeslan Saleh. 1982. Pikiran-pikiran Tentang Pertanggungjawaban Pidana. Ghalia Indonesia. Jakarta. hlm. 10.

Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Berita online:

https://beritagar.id/artikel/berita/konflik-separatisme-menurun-main-hakim-sendiri-meningkat

Aku ingin jadi CEO, Aku ingin punya Startup

Milineals dalam memilih bisnis

Menjadi CEO dan memiliki startup adalah mimpi setiap milineals. Menjadi Founder, Co-Founder, CEO, CTO, CFO, COO adalah mimpi generasi muda. Setelah CPNS tentunya.

Kabinet kerja Maha Presiden Joko Widodo menjalankan progam untuk mendukung usaha rintisan dibidang teknologi. Tidak main-main, melalui inisiasi dari inkubator Kibar, menkominfo mendukung digelarnya gerakan nasional 1000 Startup digital yang menargetkan indonesia pada 2020 menjadi The digital energy of asia. Tidak main-main, amazing.

Indonesia saat ini telah memliki 4 Unicorn (sebutan startup yang mendapatkan pendaan 1 juta US dollar). Pecah telur disematkan kepada GO-JEK dan kemudian disusul oleh Traveloka, Tokopedia dan pada akhir tahun 2017 Bukalapak menyusul menjadi Unicorn Indonesia. Target pemerintah sendiri memiliki 5 Local Unicorn pada 2020, siji meneh lek.

Tentu saja para milineals menginginkan sebuah kedaulautan menjadi visoner untuk bangsanya. Menjadi seorang pengusaha yang mendirikan startup. Banyak bertebaran di media sosial orang beramai-ramai menyematkan bio, status, dan update aktifitas progres dan pengenalan startup mereka masing-masing. CEO of.. Founder of.. Co-Founder of.. menjadi sebuah bio yang ciamik.

Menjamurnya semangat muda membangun sebuah usaha rintisan ini diikuti trend global saat ini. Beberapa startup bertaraf internasional, para pendirinya berhasil memampangkan namanya sebagai barisan orang kaya didunia menjadi salah satu pemicunya. Dan intrik kisah masing-masing pendiri ini menjadi sebuah modal ketertarikan milenials untuk mengikuti jejak mereka. Kenapa intrik kisah para orang sukses pendiri startup ini sangat memicu para milineals?

Dari orang terkaya di dunia Bill Gates adalah mahasiswa DO, pendiri super media sosial Facebook Mark Zuckemberg juga DO. Pencetus handphone sobat kaya Steve Jobs memiliki kisah yang sama. Mahasiswa DO aja bisa lo, (Havard, Havard, Stanford).

Beberapa bukupun terbit menawarkan tips, trik, pedoman, biografi pendiri startup. Buku-buku ini mendominasi best seller pada stand toko buku bagian bisnis. Tapi tahukah kita bahwa startup berdiri memiliki keterikatan demografis sukses tidaknya startup itu nantinya? Melihat dari banyak aspek Ekonomi, Sosial, Politik, Edukasi, Budaya, dan Teknologi. Visioner boleh, nekat boleh juga, nakal apalagi, tapi jangan lupa akalnya diperhatikan.

Sulit untuk membangun startup seperti di US, Cina, Jepang atau negara-negara Eropa. Karena Indonesia beda my love. Jika startup lokal Indonesia menciptakan paltform media sosial seperti Facebook, Twitter, Line potensi sumber daya manausia kita mungkin akan mampu untuk membuatnya. Tapi sungguh, itu tidak dibutuhkan disini.

Saya akan mengambil contoh dari negara yang terlahir memiliki insting bisnis kuat, Cina. Dinasti pembisnis dalam beberapa dekade terakhir ini memiliki peningkatan Ekonomi yang gila. Bahkan saat ini panasnya perang Ekonomi Cina dan US mempengaruhi beberapa komoditi di Dunia. Tidak main-main, Amazing. Dahulu, produk buatan Cina terkenal dengan produk copy paste. ATM bangetlah. Bahkan duniapun memiliki stereotip yang unik bagi produk buatan Cina, tidak hanya stereotip kita saja. Zaman old, semisal kita menginginkan suatu barang dengan harga miring (lebih murah) kita akan membeli produk impor yang kebanyakan dari Cina. Dan ketika barang itu rusak stereotip kita mengenai produk Cina itu muncul. Waiyoo Cino.. Pantes.. KW iki mesti..

“Tapi sekarang ini pandangan kita dirubah berbalik. Produk Cina adalah produk Idola kita. Stereotip itu lenyap ditelan.. aishh..”

Pada dasarnya ide itu murah, eksekusinya yang mahal. Haa jelas. Untuk saat ini kita tidak membutuhkan next twitter, next facebook, next oppo. Kita membutuhkan solusi pemecahan masalah di negeri tercinta yang menumpuk tak kunjung selesai. Setiap orang memiliki impian dengan ide kerennya. Akan tetapi yang lebih urgent adalah solusi dari masalah-masalah ini. Jangan buang waktu kita untuk startup yang tidak dibutuhkan.

“Perihal visoner akan mengikuti sesakit apa masalah yang dapat diatasi.”

Pastikan terlebih dahulu, apa maslaah yang ingin diatasi. Seberapa valid masalah itu sesuai kenyataanya. Siapa pasar kita, siapa yang membutuhkan kita, dan biasanya sebuah masalah ini akan semakin brilian jika kita memliki skill atau passion di bagian masalah yang akan dihadapi. Jack Ma adalah seorang Co-founder yang sangat sukses. Beliau membuat E-Commerece terbesar di Asia. Tapi pada faktanya dia sama sekali tidak pernah mengetik satu baris coding selama dia membangun Alibaba. Menginspirasi, cukup untuk motivasi. Ingat setiap orang memiliki jalan hidupnya. Akan sulit sekali untuk membangun sebuah startup yang kita tidak memiliki keahliah dibidang itu. Kita buka Jack Ma. Tapi kalo mau di coba ya monggo..

Tingkat keberhasilan startup di Indonesia saat ini masih rendah, bahkan banyak startup gagal sebelum dikenalkan ke publik.

Beruntung sebenarnya kita ada di Indonesia. Kita memiliki banyak kesempatan membangun startup. Masalahnya banyak banget. Peluang bro. Kalo dia sudah menutup peluang untukmu, setidaknya masalah di Indonesia tidak pernah menutup peluang untukmu.

Eh itu beruntung apa enggak sih?