Makoto Shinkai sebagai sutradara film Kimi No Nawa di elukan akan meneruskan estafet kesuksesan era Hayao Miyazaki. Film drama fiksi ini mendapatkan banyak pujian dari masyarakat maupun pengamat film.
Mitsuha anak perempuan yang hidup di kota kecil. Taki adalah seorang anak laki-laki yang sekolah di salah satu SMU di Tokyo. Dari latar masing-masing tokoh memiliki perbedaan yang cukup kentara Antara kehidupan anak di Tokyo dan di kota kecil. Mitsuha merupakan gadis yang dibesarkan oleh neneknya, pun yang menjaga tradisi di kuil Miyamizu. Kehidupan sebagai generasi penerus keluarga Miyamizu bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Mitsuha. Dia ingin menjadi Anak laki-laki tampan yang hidup dikota besar seperti Tokyo pada kehidupan berikutnya.
Setelah saya melihat kebelakang karya Makota seperti The Garden Of words, Byosoku 5 Centimeter, Children Who Chase Lost Voices, dan film pendek drama keluarga Dareka no Manazashi. Kimi no Nawa menjadi sebuah bentuk kesempurnaan dari film pendahulunya. Saya akan mereview sesuai dengan alur yang ada pada film.
Jika dilihat kembali, film ini memiliki empat babak (Sequence). Pertama perkenalan latar belakang karakter, kedua konflik pertukaran tubuh, ketiga time traveler, dan keempat adalah akhir cerita.
Pertama perkenalan latar belakang karakter
Mulai dari babak pertama mengenalkan karakter dan tematik dari film ini. Tematik film ini adalah pertukaran tubuh yang mengakibatkan perjalanan waktu. Atau dalam Itomori ini dikenal dengan Musubi. Sangat merarik pada bagian awal film bagaimana deretan cerita yang dibangun Makoto untuk memperkuat masalah utama pada Film. Saya akan mencoba untuk membedah pada sequence pertama dan scene mana saja yang digunakan untuk memperkuat pengetahuan penonton mengenai time traveler di Kimi no Nawa.
Penonton digiring dengan telling story Mitsuha dan Taki Dewasa mengenai perasaan yang terjadi setiap dia bangun tidur. Menangis tanpa sebab, seperti kehilangan sesuatu, mencari seseseorang tanpa henti. Bermula dari pemandangan menakjubkan jatuhnya komet Tiamat. Sebuah peristiwa nyata tapi seperti mimpi. Disini jatuhnya komet Tiamat menjadi salah satu intrik dalam time traveler yang terjadi diantara mereka.
Komet Tiamat ini biasanya akan dapat dilihat dengan mata telanjang dan orbitnya melewati bumi setiap 1.200 tahun. Fenomena komet Tiamat diberitakan secara nasional karena menjadi momen besar abad ini. Komet Tiamat ini juga yang menjadi count down sekitar satu bulan pertukaran yang terjadi pada Mitsuha dan Taki.
kedua konflik pertukaran tubuh
Pertukaran pertama yang digambarkan adalah Taki. Pertemuannya dengan Mitsuha terbawa dimimpi. Dan ketika bangun Taki terkejut bahwa mimpinya masih berlanjut. Dia bangun menjadi Mitsuha (saat itu dia belum menyadari bahwa yang terjadi padanya adalah kenyataan). Mitsuha pertama kali bertukar ketika dia melakukan ritual di kuil Miyamizu yaitu pembuatan Kuchikamizake. Merupakan budaya pembuatan Sake di jepang. Sebuah ritual kuno jepang yang diangkat di Kimi no Nawa untuk menjadi bagian dari scene penting time traveler. Kichikamizake pun dibuat oleh seorang gadis dengan cara mengunnyah nasi dan di muntahkan kembali untuk disimpan dalam beberapa waktu agar terfragmentasi. Fragmentasi ini dibantu dengan air liur. Setelah pulang dari ritual tersebut Mitsuha ingin berteriak di depan kuil memohon kepada dewa agar di kehidupan berikutnya dia tidak menjadi seperti saat ini. Menjadi gadis desa yang harus menjaga tradisi keluarga. Setelah itu babak pertukaran tubuh dimulai, terjadi pertukaran Mitsuha di tubuh Taki. Sebuah mimpi yang di idamkan oleh Mitsuha. Menjadi Siswa Tokyo Tampan.
Dilihat dari pertukaran ini sebenarnya bermula pada tekanan Mitsuha dalam kehidupannya di Itomori. Sebuah desa fiksi. Tekanan harus menjalankan tradisi keluarga Miyamizu, Memilki Ayah seorang Politisi Kota.
Fokus tekanan ini hanya terjadi pada Mitsuha. Mungkin karena mengangkat tekanan dari anak kota adalah hal yang biasa, pertimbangan Makoto bisa dimengerti untuk memfokuskan pemicunya pada Mitsuha. Awalnya Mitsuha ataupun Taki sadar jika mereka sedang bertukar tubuh. Apalagi melakukan perjalanan waktu. Mereka hanya merasa ada keganjilan yang terjadi ketika terbangun dari mimpi. Terjadi time skip pada ingatan Taki dan Mitsuha ketika raga mereka bertukar. Disini ada beberapa kemasan menarik sutradara dalam membangun adegan demi adegan. Apalagi film ini menceritakan mengenai flash back dua karakter, tentu saja pembuat akan memikirkan detil film yang akan membantu penonton tidak dibuat bingung.
Yang menjadi ciri film anime Jepang adalah bagaimana animator yang banyak mengangkat budaya Jepang sendiri. Makoto juga merupakan sutradara yang masif menggunakan Jepang sebagai latar tempat dan budaya. Selain pada cerita, footage penggambaran Makota sendiri cukup detil dan simpel. Seperti pada penggambaran latar kehidupan Mitsuha dan Taki yang berbeda. Dia hanya menggambarkan tiga sampai empat footage untuk menggambarkan detil latar yang terjadi di filmnya.
Pada awal pertukaran tubuh, untuk memperkuat psikis suasana yang dirasakan karakter utama pada Mitsuha. Footage suasana sekolah yang biasanya ada di kota. Membantu penonton untuk merasakan Mitsuha dalam lingkungan baru yang berbeda. Transisi pergantian hari di kota dan desa juga diberikan dengan menarik oleh Makoto. Menggambarkan suasana dari pagi sampaimalami Kota terlihat sibuk dan di desa tenang seperti tidak ada perubahan.
Dengan keganjilan mimpi yang semakin terasa nyata, Mitsuha dan Taki akhirnya dapat menyimpulkan. Selama ini yang mereka alami bukanlah mimpi. Mereka benar-benar bertukar tubuh. Didukung dengan beberapa catatan dan keganjilan yang juga terjadi di orang terdekat mereka. Mereka bertukar tubuh.
Mereka mencoba untuk menganalisis bagaimana fenomena itu bisa terjadi pada mereka. Dalam analisis yang mereka buat. Kenapa itu terjadi hanya di Mitsuha dan Taki, adalah sesuatu yang belum dapat mereka mengerti. Yang jelas dalam periode waktu, itu terjadi secara random. Pemicu utamanya adalah ketika mereka tidur. Karena pertukaran tubuh hanya terjadi ketika mereka terbangun dari tidur.
Kejadian ini membuat mereka harus menyesuaikan diri masing-masing. Belum tau cara untuk memperbaikinya. Yang jelas, mereka tidak terlihat berusaha juga untuk memperbaiki. Kedekatan Mitsuha dan Taki juga mulai dibangun pada babak pertukaran tubuh ini. Mereka mulai membuat catatan dan aturan untuk tidak terlalu mengacaukan kehidupan masing-masing. Sampai pada suatu ketika romansa muncul, Mitsuha merasa kehilangan ketika mengatur rencana kencan Taki dengan senior ditempat kerja. Paginya Mitsuha memutuskan untuk menemui Taki tanpa memberitahu. Pada adegan ini penonton dibawa kesuasana serba ragu Mitsuha dalam perjalanan menemui Taki.
Perjalanan ini memperlihatkan Mitsuha dari kota kecil yang pergi ke Tokyo dengan tranportasi umum. Tokyo terkenal dengan jalur transportasi umum yang rumit. Yang menjadi perhatian saya selain suara hati Mitsuha, footage kaki Mitsuha dalam perjalanan menemui Taki yang digambarkan 23 detik dalam 10 potongan gambar yang berbeda kembali untuk memahami psikis yang dirasakan karakter. Ragu, Takut, Malu, Penasaran dan senang. Sebuah perasaan orang yang sedang kasmaran. Mesti tidak digambarkan secara langsung. Scene ini terlihat manis.
ketiga time traveler
Ada bagian pertukaran tubuh yang terjadi pada Taki yang agak mengganjal. Karena pertukaran tubuh tersebut memberikan banyak informasi mengenai Musubi (yang sudah saya singgung diaas). Sebuah istilah kuno di Itomori yang digunakan penduduk untuk memanggil Dewa penjaga desa. Dalam budaya lokal Itomori, istilah Musubi digunakan dalam beberapa penyebutan. Menenun benang dapat diartikan Musubi, aliran waktu dapat diartikan Musubi, Menghubungkan orang Musubi. Fenomena pertukaran tubuh dan perjalanan waktu yang terjadi oleh Mitsuha merupakan Musubi. Mitsuha, Nenek Miyamizu dan Yutsuha sedang menempuh perjalanan ke kuil dewa Miyamizu untuk mengantar Kuchikamizake.
Dalam akhir sequence pertukaran tubuh ini, banyak sekali informasi penting yang nantinya akan membantu kita memahami semua konflik yang ada di Film ini. Informasi pemecahan masalah juga telah dijelaskan akhir sequence pertukaran tubuh. Saya akan menjelaskan scene pentingya.
Kakuruyo
Kakuruyo merupakan istilah batas terluar dari semesta yang berbeda dengan dunia. Ini merupakan batas sakral dunia manusia dan dewa. Jika ingin kembali, dari dunia manusia. Mitsuha harus mempersembahkan Kuchikamizake, sebagai persembahan separuh jiwa pembuat Kuchikamizake.
Kataware-Doki
Dalam frasa yang sesunggunya Kataware-Doki merupakan frasa Bahasa Jepang kuno yang berarti Senja. Jika dijelaskan dengan mitologi, Kataware-Doki merupakan bertemunya dua dimensi atau lebih dipertemukan pada satu ruang.
Kenapa tiba-tiba pada scene Kataware-Doki Taki terbangun dari tidur? Yang benar, karena senja sudah berakhir. Pertemuan Antara dua dimensi ini hanya dibatasi sampai dengan berakhirnya Senja. Ini merupakan jawaban dari terbangunnya tiba-tiba Taki terbangun padahal saat itu dia berada ditubuh Mitsuha tidak dalam keadaan tidur.
Yang kembali perlu diingat bahwa pertemuan pertama secara langsung Mitsuha dan Taki digambarkan bahwa pertukaran tubuh mereka berakhir. Keterkejutan Mitsuha ketika melihat Taki tidak mengenalnya menjadi sebuah potongan yang mengganjal. Bukannya Taki sudah sangat akrab dengan fisik Mitsuha? Kenapa Taki tidak mengenal Mitsuha waktu ditemui Mitsuha di kereta?
Ini adalah sebuah lompatan waktu. Musubi yang terjadi di mereka tidak hanya pada pertukaran tubuh. Tetapi juga lompatan waktu. Setelah pertemuan itu Musubi terputus. Karena pada waktu itu pada keesokannya Mitsuha sebenarnya sudah lenyap bersama sebagian besar penduduk Itomori karena tertabrak pecahan komet. Maka dari itu mengapa Taki tidak mengenal Mitsuha. karena Taki bertukar tubuh 3 tahun setelahnya. Pemicu Taki bertukar adalah benang tenunan keluarga Miyamizu. Dalam Kimi No Nawa menjelaskan bahwa benang mengalirkan waktu dan perasaan.
Terputusnya pertukaran tubuh membuat Taki merasa kehilangan Mitsuha. Taki mulai merasa kehilangan. Kehidupan setelahnya membuat Taki merasa kehilangan dan ingin menemui Mitsuha. Sampai pada perjalanan Taki mencari Mitsuha. hanya dengan bermodalkan sketsa dan ingatan yang samar. Taki berusaha mencari Mitsuha diikuti oleh Tsukasa dan Okudera. Awalnya pencarian sangat sulit. Karena tidak mengingat secara pasti. Hanya menyamakan beberapa letak geografis lukisan. Taki mendapat sebuah petunjuk ketika sedang bersantap ramen. Pemilik ramen mengenal dengan jelas bahwa dilukisan Taki merupakan Kota kecil bernama Itomori yang dulu merupakan tanah kelahirannya. Dan sebuah fakta Itomori saat ini menjadi tempat terisolasi karena bencana besar jatuhnya komet Tiamat di Itomori yang menewaskan lebih dari sepertiga penduduk Itomori. Sebuah fakta mengejutkan bagi Taki yang merasa masih di Itomori dalam beberapa pekan sebelumnya.
Sketsa Time traveler dan pertukaran tubuh Taki dan Mitsuha
Setelah mempelajari beberapa data mengenai tragedi yang terjadi di Itomori. Waktu kejadian Jatuhnya komet jam 20.42 bertepatan dengan festival musim gugur. Nama-nama yang menjadi korban memberikan getir pahit pada nama Mitsuha Miyamizu merupakan salah satu korban. Digambarkan pada sebuah frame blur yang hanya focus ditengah dengan warna kelabu yang menggambarkan suasana Taki yang samar mengenal nama tersebu akan tetapi jelas hatinya sakit melihat fakta bahwa yang ingin dia temui menjadi salah satu korban tragedi tabrakan komet empat tahun lalu.
Ingatan Taki mengenai Mitsuha muncul sesuai dengan proses pembuatan benang anyaman. Musubi. Terkadang anyaman itu saling mengikat dan bertemu, kemudian berpisah, terhubung kembali. Seperti itu aliran waktu mengalir. Pagi harinya dia meminta agar diantar Paman pemilik kedai ramen. Di kuil Miyamizu. Taki mulai mencoba memahami bagaimana Musubi bermain. Sesampai pada kuchikamizake milik Mitsuha. Taki mengerti bahwa separuh jiwa Mitsuha ada di Kuchikamizake. Taki meminumnya dan sesuai dengan harapannya. Dia dapat kembali bertukar tubuh dengan Mitsuha. Setelah memasuki Kakuruyo, dan meleburkan ke jiwa Mitsuha melalui Kuchikamizake, Flashback kisah Mitsuha dari dilahirkan sampai pada pertemuan pertama dengannya dapat diketahui oleh Taki pada gambaran sebuah dimensi tenggelam dalam masa lalu jiwa Mitsuha.
Gimick masif Makoto berhasil pecah. Meskipun pervert saya yakin penonton akan geli ketika melihat adegan satu ataupun dua. Dan akan menangis sambil tertawa ketia melihat scene yang ketiga.
Membawa tekat menyelamatkan Mitsuha. Taki masih memiliki waktu untuk mengubah tragedy di Itomori. Sebelum malam dating, sebelum jam menunjukkan pukul 20.42. Taki masih mempunyai kesempatan menyelamatkan Mitsuha. Misi Taki ukan hanya untuk Mitsuha, tetapi juga untuk masyarakat Itomori lainnya. Dalam pejalanan menjalankan misinya, Taki mengingat bahwa seharusnya Mitsuha saat ini ada di tubuhnya. Pun pergi menuju Kuil Miyamizu. Akhirnya mereka dapat dipertemukan dalam momen Kataware-Doki. Bertemu dan berpisahnya dimensi waktu.
Ada tiga Momen pertemuan Taki dan Mitsuha semuanya berhasil dikemas luar biasa oleh Makoto. Dari pertemuan pertama di kereta, pertemuan pada batas Kataware-Doki, dan pada ending filmnya.
Pada akhir sequence time traveler, genderang mendebarkan terjadi dalam estafet usaha Taki untuk menyelamatkan Itomori untuk dilanjutkan Mitsuha. Tidak sama sekali diceritakan pada sequence ini bagaimana akhir Itomori terhadap tubrukan Komet Tiamat.
Sequence keempat adalah sebuah sentuhan akhir yang menjadi gaya Makoto mengakhiri cerita. Menaikan emosi penasaran penonton pada akhir konflik.
Saya memang belum membaca Novel asli karya Makoto dengan judul yang sama yang diangkat menjadi film ini. Tapi saya cukup yakin, dan pasti. Setiap kisah yang sudah dipelopori oleh sebuah buku pastinya ada beberapa naskah yang dipotong. Karena tidak mungkin semua naskah dalam novel akan dijadikan naskah film. Akan tetapi menjahit cerita dengan audio visual memelukan pemikiran kompleks agar penonton dapat mencerna dengan baik apa maksut film tersebut.
Sejujurnya secara pengalaman mereview film, saya masih awam. Saya masih mencari gaya menulis saya. Apakah berupa kritik, ulasan, atau analisis mendalam. Saya juga sangat yakin, tidak semua film bisa saya review. Bukan hanya film yang saya suka, selain itu berpengaruh pada mood boaster saya menulis. Sebuah film dengan penggambaran yang detil dan kompleks membuat saya terstimulasi untuk mendalami kembali filmnya. Kimi Ni Nawa (Your name.) membuat saya tertantang untuk menganalisis secara lugas dan mendetil. Greatest job sensei shinkai!








